Resume Jurnal

Nama : Christian Dustin Frizzi Nainggolan
Nim    : 201401101
KOM C





Jurnal 1

Judul                : PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK MATA KULIAH SISTEM DIGITAL                                UNTUK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TIK

Penulis              : N Nurbani.

Tahun                : 2019.

Volume              : Volume 8 Nomor 1

Halaman           : 1-12



Rangkuman Jurnal

Teknologi pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terpadu yang meliputi manusia, prosedur, ide, alat, dan organisasi untuk menganalisis masalah serta merancang, melaksanakan, menilai, dan mengelolah usaha pemecahan masalah yang berhubungan dengan segala aspek belajar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul elektronik pada matakuliah Sistem Digital. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Model Pengembangan yang digunakan adalah model Borg and Gall. 
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development)

Dari hasil pembahasan, bahwa Potensi dan masalah yaitu belum adanya modul elektronik sehinga kemandirian peserta didik masih kurang, dan media maupun bahan ajar yang digunakan dosen dalam mengajar masih menggunakan lembar kerja mahasiswa, sehingga proses pembelajaran di laboratorium komputer tersebut masih kurang optimal. Tahap selanjutnya yaitu pengumpulan data yaitu peneliti menentukan cakupan materi yang akan disajikan dalam modul elektronik yaitu materi pengenalan sistem digital, sistem bilangan, konversi sistem bilangan, aljabar boole, dan gerbang logika, encoder decoder dan multiplexer demultiplexer. Kemudian peneliti membuat desain modul elektronik aplikasi Sistem Digital. Untuk mengembangkan produk berupa modul elektronik Sistem Digital, peneliti membuat terlebih dahulu desain modul elektronik sampai pada pembuatan produk. Tahap awal dalam pembuatan produk modul elektronik adalah dengan menggunakan Macromedia Flash 8.

Kesimpulan 
Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut pengembangan modul elektronik menggunakan model Borg and Gall yang memiliki beberapa tahap yaitu mencari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, validasi produk, uji coba pemakaian produk dan revisi produk. Hasil penilaian modul elektronik oleh dosen ahli materi diperoleh skor 102,5 dengan kriteria layak dan hasil penilaian modul elektronik oleh dosen ahli media diperoleh skor 94,5 dengan kriteria layak.



Jurnal 2

Judul                : Sistem Digital Model Dan Simulasi Prototype Rangkaian Digital Konversi Gerbang                                 AND, OR, NOT Menjadi Gerbang NAND Dan NOR

Penulis              : Helmi Fauzi Siregar

Tahun                : 2019.

Volume              : VOL. 4 NO. 1

Halaman           : 1-6


Rangkuman Jurnal

Rangkaian digital adalah matakuliah yang ada di setiap perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Pada rangkaian digital dipelajari tentang karakteristik Gerbang Logika. Dimana Gerbang Logika itu sendiri terdiri dari tujuh bagian, yaitu AND, OR, NOT, NAND, NOR, Ex-OR, dan Ex-NOR.Konversi Rangkaian kombinasi gerbang AND, OR, NOT ke Rangkaian Gerbang NAND, dan NOR berdasarkan referensireferensi yang didapat ada dua cara, yaitu Melalui penyelesaian persamaan logika/boolean dan langsung dari gambar padanan..rangkaian kombinasi gerbang AND, OR, NOT dapat merubah rangkaian kombinasi tersebut menjadi Rangkaian NAND dan NOR saja. Dimana rangkaian kombinasi nanti akan diberikan input 3(tiga) input bit dan mengahasilkan output yang sama. Kemudian Rangkaian kombinasi tersebut akan dikomversikan menjadi Rangkaian Gerbang NAND dan NOR saja yang akan menghasilkan output yang sama.

Penulis ingin menyajikan pada penelitian ini dalam bentuk Prototype untuk menjadi alat yang dapat membantu memahami konversi rangkaian kombinasi tersebut ke dalam Rangkaian Gerbang NAND dan NOR saja. Kemudian yang ingin penulis ungkap pada penelitian ini adalah bahwa Rangkaian kombinasi tersebut dapat dirubah dengan cepat dengan hanya Rangkaian GerbangNAND dan NOR saja.

Dengan demikian, Prototype yang dihasilkan dari penelitian ini dapat dipergunakan sebagai alat simulasi pembelajaran sistem digital dalam memahami rangkaian multilevel NAND dan NOR. Prototype yang dihasilkan dapat memberikan hasil output yang sama dari rangkaian asal yang dibentuk dari rangkaian Gerbang AND, OR, NOT dengan rangkaian konversi yang dibentuk dari Rangkaian Gerbang NAND dan NOR. Prototype yang dibuat ini dapat memberikan pengetahuan kepada mahasiswa bahwa membuat rangkaian multilevel tersebut dapat dengan mudah diimplementasikan.



Jurnal 3

Judul                : Perancangan dan Pembuatan Trainer Praktikum Sistem Digital di Laboratorium                                        Elektronika dan Instrumentasi

Penulis              : Geraldo Manus, Dringhuzen J. Mamahit, Sherwin R.U.A Sompie

Tahun                : 2017.

Volume              : Vol. 6 no. 1

Halaman           : 1-7


Rangkuman Jurnal

Alat peraga merupakan suatu alat yang dipakai untuk membantu dalam proses belajar-mengajar yang berperan besar sebagai pendukung kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh pengajar. Penggunaan alat peraga ini mempunyai bertujuan untuk memberikan wujud yang riil terhadap bahan yang dibicarakan dalam materi pembelajaran. Alat ini dibuat sesederhana mungkin sehingga mudah untuk digunakan, dan bersifat portable sehingga dapat di pindahkan kemana saja. Alat ini dibuat dengan suluruh komponen tidak saling terhubung satu dengan yang lain. Modul untuk praktikum teknik digital. Memudahkan memahami dasar – dasar teknik digital.

1). Alat peraga ini sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan penerapan hasil        penerimaan materi perkuliahan dalam bentuk praktikum atau simulasi percobaan.
2). Ada 10 percobaan yang dapat dilakukan dalam alat peraga ini yang terbagi dalam 3 modul yaitu sebagai berikut:
a). Pengujian gerabang-gerbang dasar logika
     a. Pengujian gerbang NOT
     b. Pengujian gerbang NAND
     c. Pengujian gerbang AND
     d. Pengujian gerbang OR
     e. Pengujian gerbang Eclusive OR
b). Pengujian rangkaian Kombinasional
     a. Percobaan Rangkaian Cout
     b. Percobaan Rangkaiam SUM
c). Pengujian 7 Segment
     a. Pengujian 7 segment tanpa 74LS49
     b. Pengujian 7 segment common anoda active low BCD to 7 segment
     c. Percobaan Counter BCD to 7 segment dan Timer
3). Setiap komponen dalam alat peraga tidak terhubung satu dengan yang lain tanpa menggunakan kabel jumper sebagai penghubung nya.





Jurnal 4

Judul                : PERANCANGAN MODUL TRAINER DIGITAL ANALOG CONVERTER (DAC)                                PADA SISTEM DIGITAL BERBASIS LAB VIEW

Penulis              : Fitriaty Pangerang, Kurniawati Naim , Mohammad Adnan.

Tahun                : 2019.

Volume              : -

Halaman           : 1-6.


Rangkuman Jurnal

DAC (Digital to Analog Converter) adalah sebuah rangkaian elektronika yang dapat mengubah besaran digital menjadi besaran analog. Pada setiap sensor yang berbasis mikrokontroler (sebagai pusat pengolah data) diperlukan adanya rangkaian DAC (Digital to Analog Converter) untuk mengubah sinyal analog sehingga dapat diterima oleh transmitter. 

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research dan development untuk menghasilkan produk dan keefektifan produk trainer yang akan digunakan dalam praktikum elektronika digital. Penelitian ini menghasilkan produk berupa hardware yang dikemas dalam bentuk modul trainer Digital Analog Converter pada system digital berbasis Lab View.

Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah 1. Luaran ini adalah sebuah rangkaian DAC (Digital Analog Converter ) yaitu rangkaian elektronik yang berfungsi mengubah sinyal digital (digital ) menjadi keluaran analog yang dihubungkan dengan Personal Computer dengan menggunakan LabVIEW (Laboratory Virtual Instrument Engineering Workbench) sebagai HMI ( Human Machine Interface ) yang memvisualisasikan 2. kejadian atau proses yang sedang terjadi pada saat sinyal digital dirubah ke Analog .

1. Jika nilai dari saklar yang terdapat pada modul ( perangkat keras) diubah maka yang terjadi pada output ( tegangan terukur di multimeter) dan tampilan pada personal computer juga akan berubah, seiring perubahan saklar yang merupakan representatif dari sinyal digital.
2. Tegangan yang terukur di modul perangkat keras hampir sama dengan tegangan yang ditampilkan di komputer
3. Dengan menggunkana Lab View dapat terlihat secara visualisasi bentuk pengubahan sinyal digital ke sinyal analog ( tegangan listrik )



Jurnal 5

Judul                : PERANCANGAN DIGITAL SIGNAGE SEBAGAI PAPAN INFORMASI DIGITAL

Penulis              : AGUS MULYANA, MUHAMMAD ARIA

Tahun                : 2015.

Volume              : Vol.13 No. 2

Halaman           : 1-6.


Rangkuman Jurnal

Di beberapa kampus, informasi yang diberikan menggunakan lembaran yang ditempelkan di papan informasi yang tersedia. Oleh karena itu dibutuhkan pengembangan papan informasi yang selama ini digunakan, menjadi papan informasi dinamis yang disebut sebagai Digital Signage.
Informasi yang ditayangkan dengan tampilan menarik akan menjadi nilai tambah ketika informasi tersebut diberikan.

Digital signage memiliki beberapa manfaat untuk mahasiswa, dosen dan sekretariat, sebagai berikut:
a. Memberikan informasi secara up-to-date. b. Memudahkan dosen dan secretariat dalam memberikan informasi perkuliahan kepada mahasiswa. c. Konten-konten (video, gambar dan teks berjalan) mudah untuk diganti.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya maka dibutuhkan temuan solusi dari hal yang diteliti, untuk kali ini hal yang diteliti adalah papan informasi konvensional yang ada pada kampus. Temuan solusinya adalah perancangan digital signage untuk papan informasi digital. Agar papan selama ini yang ada di kampus dapat lebih berkualitas dalam menampilkan informasi dan memudahkan dalam menyampaikan informasi terhadap yang memerlukan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan antara lain:
1. Papan informasi digital menggunakan teknologi digital signage dapat dirancang atau dibuat untuk mengurangi kekurangan yang ada pada papan informasi konvensiaonal.
2. Pada sistem papan informasi digital signage yang dibuat dapat memberikan informasi atau pengumuman dalam berbagai konten seperti gambar, video dan teks berjalan
3. Pada sistem ini juga dilengkapi dengan informasi program studi seperti informasi penjadwalan jadwal kuliah, jadwal UTS, jadwal UAS, Informasi Magang dan Informasi Tugas Akhir.
4. Pada papan informasi yang dibuat memudahkan pengguna khususnya para tamu atau mahasiswa baru yang kesulitan dalam mencari ruangan kelas karena pada papan informasi ini disertai dengan wayfinding atau pencarian lokasi. Tetapi sampai saat ini pencarian lokasi masih dalam lokasi Jurusan Teknik Komputer saja.
5. Papan informasi digital signage dapat menerima SMS atau pesan singkat dari dosen yang nomor selulernya telah terdaftar pada sistem papan informasi SMS tersebut langsung tampil pada layar TV LCD.
6. Sistem lain yang dibuat adalah database sistem papan informasi digital signage pada jurusan terhubung secara LAN dengan arsitektur clien-server dengan sistem database pusat kampus untuk memudahkan sekretariatan dalam meminta data.



Jurnal 6

Judul                : Perancangan Sistem Indikator Digital pada Kendaraan Listrik

Penulis              : Agus Risdiyanto P2 Telimek

Tahun                : 2019.

Volume              : Vol.13 No. 2

Halaman           : 1-6.


Rangkuman Jurnal

Perancangan Sistem

Perancangan merupakan proses yang kita lakukan terhadap alat, mulai dari rancangan kerja rangkaian hingga hasil jadi yang akan difungsikan.

Power On Reset

Power on reset merupakan proses reset yang berlangsung secara otomatis pada saat sistem pertama kali diberi daya.



Modul Input

Modul input berisikan komponenkomponen berupa sensor yang akan membaca variabel-variabel input dan berfungsi untuk mensimulasikan pemasukan data ke dalam mikrokontroler AT89C51, seperti pada gambar 4.


AT89C51. Selanjutnya, mikrokontroler membangun sebuah frame data keluaran yang memiliki bit-rate sebesar 300 bit/second.


Inputan tersebut dapat langsung dibaca dan diolah oleh AT89C51 dengan fasilitas Timer/Counter. Fasilitas Timer dan Counter merupakan fasilitas yang telah disediakan secara internal di dalam AT89C51. Kedua fasilitas ini begitu diaktifkan akan bekerja secara independen, tidak tergantung pada pelaksanaan suatu instruksi. Hal ini karena penghitungan siklus mesin tidak dipengaruhi oleh urutan program yang sedang dilakukan oleh prosesor.

Untuk mengetahui kecepatan motor DC, digunakan sebuah detector kecepatan motor DC yaitu sebuah optointeruptor dengan piringan kipas sebagai interuptornya.
Piringan kipas tersebut berbentuk lingkaran yang terkopel pada gearbox seperti pada gambar 5 yang digunakan sebagai penghalang pada optointeruptor.

Perangkat Lunak

Perangkat lunak diimplementasikan dengan metode Timed Event untuk menghemat penggunaan Timer.
Jadi program utama hanya berisi subrutin inisialisasi, sedangkan subrutin program inti berada di dalam subrutin layanan interupsi Timer. Program inti melakukan tugas pembacaan sensor, pemrosesan data sensor, dan menampilkan data hasil pembacaan ke display.

Susunan 8 buah LED tersebut mewakili 1 byte data yang dikirim oleh mikrokontroler AT89C51. Dimana terdapat suatu instruksi pada AT89C51 yang dapat mengalamati data dalam ukuran ‘bit’. Dengan demikian dapat dilakukan suatu simulasi pengeluaran data baik dalam ukuran byte data maupun 1 bit data.


Pengujian dilakukan untuk mengetahui nyala dari 8 buah led yang mengindikasikan dari masing-masing variabel input.

Motor

Pada sensor kecepatan motor, saat bidang cahaya fototransistor terkena cahaya dari dioda infra red tegangan antara fototransistor dengan R akan menjadi kecil sehingga pada keluaran optointeruptor akan keluar sebuah pulsa high. Semakin cepat kecepatan motor maka frekuensi pulsa akan semakin besar.


Kesimpulan 
Dalam hal menjalankan indikator display led, secara simulasi program berjalan dengan baik walau masih terdapat noise. Hal ini dikarenakan dalam simulasi ada beberapa inputan yang menggunakan sumber tegangan yang sama. 





Jurnal 7

Judul                : Analisa Simulasi Performansi Penggunaan Orthogonal Frequency Division                                                          Multiplexing Pada Sistem Digital Video Broadcasting-Terrestrial

Penulis              : Dian Widi Astuti

Tahun                : 2012.

Volume              : vol.3, no.1,

Halaman           : 1-20.


Rangkuman Jurnal

OFDM merupakan sebuah teknik transmisi yang menggunakan beberapa buah frekuensi pembawa (multicarrier) dalam satu saluran dimana setiap frekuensi pembawa tersebut saling orthogonal (tegak lurus). Prinsip dari OFDM yaitu merubah pengiriman informasi yang tadinya berbentuk serial menjadi bentuk paralel. Pembagian pita frekuensi pada OFDM hampir sama dengan Frequency Division Multiplexing (FDM) yaitu membagi pita lebar yang ada ke dalam berbagai frekuensi pembawa hanya saja pada OFDM membaginya lebih efisien.

2.1 Modulasi dan Demodulasi OFDM
 Pengiriman dengan modulasi OFDM memetakan bit-bit menjadi simbol PSK atau QAM yang mana dirubah menjadi aliran N paralel. Setiap perubahan N buah simbol dari serial ke paralel membawa subcarrier yang berbeda.

2.2 Guard Interval pada OFDM
Ketika saluran melewati saluran dispertif waktu, orthogonalitas dari OFDM dapat berubah. Cyclic prefix (CP) dapat membantu menjaga ke-orthogonalitas-an dari sinyal OFDM tersebut. Pada mulanya sebelum ada cyclic prefix (CP) jarak antara subcarrier di isi dengan guard interval.

Hasil simulasi berupa gambar keluaran sistem OFDM pada DVB-T yang diukur dalam BER. Hasil simulasi ini dapat dikelompokkan menurut data masukan jenis modulasi (QAM mapper), guard interval dan model kanal yang digunakan. Simulasi ini meggunakan interpolasi linear pada estimator least square untuk estimasi kanal pilot tipe comb (comb-type pilot channel estimation).

KESIMPULAN
Setelah melakukan beberapa simulasi pada penelitian ini, dapat disimpulakan sebagai berikut:
Guard interval atau cyclic prefix pada OFDM yang berfungsi untuk mencegah terjadinya ISI dan ICI ternyata tidak begitu berpengaruh terhadap performansi atau kinerja dari DVB-T dikarenakan pada DVB-T menggunakan estimasi kanal walaupun dengan penggunaan estimasi kanal yang sederhana seperti linear interpolation.


Jurnal 8

Judul                : Implementasi Rumah Pintar dengan Penggabungan Jalur Analog Digital                                                    Menggunakan Raspberry Pi

Penulis              : Pendi Ventri Hendika, M. Suyanto, Emha Taufiq Luthfi

Tahun                : Juli 2019.

Volume              : Vol. 6, No. 2,

Halaman           : 1-11.


Rangkuman Jurnal

pemilihan raspberry pi untuk membangun konsep rumah pintar sangat cocok dengan kebutuhan bagi pengguna yang ingin mempunyai konsep rumah pintar yang mudah diterapkan dan lebih ekonomis. Selain itu pengembangan konsep rumah pintar dengan raspberry lebih memudahkan peneliti untuk membangun sistem pemindah jalur kelistrikan rumah pintar ke jalur kelistrikan analog. Melihat permasalahan konsep rumah pintar dan kebutuhan pengguna, penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah konsep rumah pintar yang mempunyai kelebihan sistem pemindah jalur digital ke jalur kelistrikan analog yang diberi nama Hybrid Smart Controller (HICO), untuk mengantisipasi ketika terjadi error pada control digital sehingga peralatan listrik masih dapat digunakan seperti biasa.

3.1 Perancangan sistem
Perancangan sistem rumah pintar dalam penelitian ini menggunakan raspberry pi sebagai pusat komunikasi antar perangkat.

3.2. Implementasi sistem
1. Perangkat keras Perangkat keras dalam penelitian ini dapat mengontrol delapan peralatan listrik dan elektronik
2. Sistem pemindah jalur kelistrikan Sistem pemindah jalur dalam penelitian ini dikontrol dalam satu saklar analog yang terdapat pada HICO. Cara kerja pemindah jalur kelistrikan ini dengan memutus jalur dari arus lemah untuk berpindah ke jalur lis
3. Web control panel Sistem ini memungkinkan pengguna dapat mengontrol peralatan listrik dan elektronik jarak jauh dengan mengirimkan perintah ke raspberry dan akan diteruskan ke relay digital yang terhubung. Web panel ini akan berfungsi ketika saklar analog dalam keadaaan on atau tersambung.trik tanpa sistem rumah pintar.
4. Aplikasi android Aplikasi android ini prinsipnya sama dengan web panel hanya dikemas dalam bentuk aplikasi android.

3.3.Pengujian Sistem
Setelah rencana pengujian selesai dirumuskan, langkah selanjutnya adalah mensimulasikan item-item pengujian tersebut pada suatu kasus uji (test case). Tahap pengujian ini merupakan tahap untuk menguji kelayakan sistem yang akan digunakan supaya siap untuk dioperasikan dan dapat dipandang sebagai usaha untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang yang mempunyai nilai dan kualitas yang baik serta terlepas dari kesalahan ataupun error. 

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1. Penerapan rumah pintar menggunakan satu mini PC raspberry B1 terbatas dengan sistem hybrid hanya dapat mengontrol 8 device karena GPIO hanya diperuntukan untuk 8 device.
2. PCB HICO dapat memindah jalur listrik dari analog ke digital dengan aman.
3. Sistem HICO dapat dikontrol dengan menggunakan tiga jalur yaitu web panel, aplikasi android, dan saklar di rumah.


Jurnal 9

Judul                :PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL SISTEM ANTENA                                BERBASIS REACT PADA MATA PELAJARAN PENERAPAN SISTEM RADIO DAN TELEVISI   KELAS XI TEKNIK AUDIO VIDEO DI SMK NEGERI 2 SINGOSARI

Penulis              : Agus Budiana1 , Muladi2 , Hari Putranto3

Tahun                : 2019.

Volume              : Vol. 3, No. 1

Halaman           : 1-8.


Rangkuman Jurnal.

Media pembelajaran menempati posisi penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media pembelajaran komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran tidak akan bisa berjalan secara optimal. Kurangnya bahan ajar yang relevan dengan kondisi SMK Negeri 2 Singosari dan belum tersedianya media pembelajaran mandiri untuk siswa, sehingga pembelajaran belum tercapai sesuai dengan tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, dalam memenuhi kebutuhan tersebut dikembangkan sebuah media pembelajaran digital berbasis model pembelajaran REACT yang dapat membantu guru untuk menanamkan konsep pada siswa.

Model pembelajaran REACT adalah model pembelajaran yang dapat membantu guru untuk menanamkan konsep pada siswa. Siswa diajak menemukan sendiri konsep yang dipelajarinya, bekerja sama, menerapkan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan mentransfer dalam kondisi baru (Sri Rahayu dalam Yuliati, 2008: 60).

Berdasarkan Hasil dan pembahasan, Media pembelajaran yang dikembangkan berupa Compact Disk (CD) berisi file .exe (execute), yaitu sebuah file projek yang menampilkan multimedia interaktif. Media ajar yang dikembangkan mencakup empat materi sesuai dengan kompetensi dasar pada silabus penerapan sistem radio dan televisi, yaitu (1) karakteristik frekuensi dan propagasi gelombang radio, (2) macam-macam sistem penerima dan pemancar radio, (3) saluran transmisi dan antena gelombang radio, dan (4) modulasi analog dan modulasi digital. Disetiap materi berbasis model pembelajaran REACT, yaitu: (i) apa pendapatmu sebagai relating, (ii) mari menganalisis sebagai experiencing, (iii) ayo aplikasikan sebagai appliying dan cooperating, dan (iv) ada yang baru nih sebagai transfering. 

Kesimpulan Media ajar berupa Compact Disk (CD) berisi file .exe (execute), yaitu sebuah file projek yang menampilkan multimedia interaktif Sistem Antena berbasis REACT pada mata pelajaran Penerapan Sistem radio dan televisi Kelas XI Semester 1 Teknik Audio Video di SMK Negeri 2 Singosari telah dirancang dan dibuat sesuai dengan tujuan pembelajaran dan silabus kurikulum 2013 Revisi. 


Jurnal 10

Judul                : Perancangan Arsitektur Sistem Digital Signage secara Terpusat pada Negara                                            Berkembang

Penulis              : Rahmat Yasirandi, Andrian Rakhmatsyah, Ridhwan Alifudin

Tahun                : Mei 2019

Volume              : Vol. 18, No. 2

Halaman           : 1-9.


Rangkuman Jurnal

Secara umum digital Dengan kata lain, sistem ini akan menggantikan tradisional signage atau static signage seperti poster dan billboard menjadi sebuah digital display. Berbeda dari over-the-air broadcast pada televisi, sistem digital signage memiliki definisi lebih spesifik. signage adalah sistem manajemen kontrol terhadap digital display yang memuat signage. 

Latar belakang penelitian ini tidak lepas dari apa yang didapat negara maju terkait manfaat dan efek sosial komunikasi ketika menerapkan digital signage. Tetapi kondisi sistem yang dibangun menyerupai digital signage yang telah ada pada gedung publik di Indonesia masih memiliki keterbatasan.  Tetapi dalam implementasinya, membutuhkan penyesuaian karena adanya perbedaan sumber daya dan kebutuhan yang mendasar di Negara berkembang. Dibutuhkannya arsitektur sistem yang dapat menyesuaikan keadaan di Negara berkembang tersebut, tanpa harus menghilangkan tujuan utama dari digital signage itu sendiri. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem arsitektur dari platform manajemen konten pada layanan digital signage.

Hasil dari rancangan arsitektur yang telah dilakukan pada bagian sebelumnya adalah dimulai dari menentukan format konten. Selanjutnya melihat dari kebutuhan dan sumberdaya yang dimiliki di Negara berkembang, aplikasi berbasis web dapat menjadi aplikasi yang tepat dalam memberikan layanan. Semua kebutuhan sumber daya dari platform yang dikembangkan ini sudah semestinya diutamakan pemilihan yang bersifat Open. Tidak hanya Bahasa pemrograman dalam pengembangan aplikasi pada DS Server, tapi juga seluruh server yang ada pada DS Server harus bersifat opensource. Dengan tujuan agar menekan biaya produksi pada saat implementasi layanan DS di Negara berkembang. Maka pada penelitian ini, dikembangkanlah aplikasi menggunakan bahasa pemrograman HTML5, CSS3, dan Javascript untuk bagian depan/ frontend. Dan Bahasa pemrograman PHP dan SQL untuk bagian belakang/ back-end.

Pengujian terhadap sistem dilakukan dalam beberapa skenario pengujian, diantaranya Compatibility Testing dan Performace of Scalability Testing. Pada pengujian yang pertama, yaitu Compatibility Testing, pengujian ini berfokus pada tingkat kemungkinan layanan dari DS Server dapat diterima oleh berbagai jenis platform hardware dari DS Client. Terlihat pada Tabel 3, Skenario pada Compatibility Testing. Dimulai dari Pra-Kondisi yang harus dipenuhi oleh sistem, kemudian dilanjutkan kriteria dan prosedur apa saja yang harus dilakukan saat melakukan pengujian. Dan untuk prosedur pada pengujian adalah dengan mencoba setiap jenis perangkat dari DS Client yang mungkin menjadi digital display. Akan dilihat apakah tidak terjadinya corrupt/ fault-request saat menampilkan konten pada web browser di DS Client.

Kesimpulannya ialah dari hasil rancangan arsitektur yang diusulkan sangat mampu dijadikan pedoman dalam pengembangan sistem digital signage di Negara berkembang. Karena hasil dari sistem yang telah diimplementasikan dan dievaluasi, mampu membuktikan hipotesa H0 dan H1. Meskipun ada penyesuain sumber daya dan kebutuhan, tapi tujuan dari sistem digital signage secara umum telah terwujudkan.






















Komentar